Rabu, 17 Juni 2020

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM)

A. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang
lingkup tenaga kerja baik karyawan, pegawai, buruh, manajer dan lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit
yang biasanya mengurusi SDM adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa
inggris disebut HRD atau human resource department bahkan ada yang menyebutnya HCD atau
Human Capital Division. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu
prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan
dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat
organisasi memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan, penyusunan
karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan
dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua
keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
Menurut Edwin B. Flippo Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan,
pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar
tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat
Menurut Achmad S. Rucky MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses
akusis, pendayagunaan, pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah
organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang
optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
Menurut Fisher et.al (1993,h.5) mendefinisikan : Human Resources Management (HRM)
involves all management decisions and practices that directly affect or influence the people, or
human resources who work for the organization. (MSDM melibatkan semua keputusan dan
praktek manajemen yang berdampak langsung atau berpengaruh ke semua orang, atau sumber
daya manusia yang bekerja bagi organisasi).
Menurut Fustino Cardoso Gomes (2002:3), memberikan pengartian yang berbeda, bahwa
MSDM adalah : “Suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber
daya yang cukup potensial yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu
memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya”.
Menurut Gary Dessler (1997,h.2) adalah kebijakan dari praktik yang dibutuhkan seseorang
untuk menjalankan aspek “orang” atau SDM dari posisi seorang manajemen, meliputi
perekrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan dan penilaian.

Menurut Gouzali Saydam  (2000, h. 4), Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri dari dua kata
yaitu : manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen berasal dari kata to manage yang
berarti mengelola, menata, mengurus, mengatur atau mengendalikannya. Dengan demikian
manajemen pada dasarnya dapat diterjemahkan menjadi pengelolaan, penataan, pengurusan,
pengaturan atau pengendalian. Sedangkan sember daya manusia semula merupakan terjemahan
dari human recources. Namun ada pula para ahli yang menyamakan SDM dengan manpower
atau tenaga kerja, bahkan sebagian orang menyetarakan pengertian SDM dengan personnel
(personalia, kepegawaian dan sebagainya).
Menurut Hadari Nawawi (2003:42), mengemukakan bahwa MSDM adalah : “Proses
mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis
yang dimiliki berfungsi maksimal bagi tercapainya tujuan perusahaan”.
Menurut Hasibuan (2003, h. 10), adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga
kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bidang manajemen yang khusus
mempelajari hubungan dan peranan manajemen manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur
MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan semikian, fokus
yang dipelajari MSDM ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia
saja.
Menurut Henry Simamora MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian,
pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok
bekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
Menurut M.Manullang (2004:198), adalah sebagai berikut : “Manajemen Sumber Daya
Manusia adalah seni dan ilmu pengadaan, pengembangan dan pemanfaatan SDM sehingga
tujuan perusahaan dapat direalisasikan secara daya guna dan kegairahan kerja dari semua kerja”.
Menurut M.T.E. Hariandja  (2002, h 2), Manajemen Sumber Daya Manusia yang sering juga
disebut dengan manajemen personalia oleh para penulis didefinisikan secara berbeda.
Menurut Mary Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk
mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan
berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaanpekerjaan
itu sendiri.
Menurut Marwansyah (2010:3), manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai
pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi
perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia,
perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan
dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.

Manajemen Sumber daya manusia sering disebut juga dengan manajemen personalia.
Manajemen personalia merupakan proses manajemen yang diterapkan terhadap personalia yang
ada di organisasi. Menurut Flippo (1994:5), manajemen personalia adalah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan,
kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya
manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.
Menurut Mathis dan Jackson (2006, h.3) adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah
organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna
mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mutiara S. Panggabean MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis
pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan
hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari definisi di atas, menurut
Mutiara S. Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari dua
sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja. Dari sisi pekerjaan terdiri dari
analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja meliputi kegiatan-kegiatan
pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan pengembangan, promosi,
kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.
Menurut Sastrohadiwiryo (2002) menggunakan istilah manajemen tenaga kerja sebagai
pengganti manajemen sumber daya manusia. Menurutnya, manajemen tenaga kerja merupakan
pendayagunaan, pembinaan, pengaturan, pengurusan, pengembangan unsur tenaga kerja, baik
yang berstatus sebagai buruh, karyawan, maupun pegawai dengan segala kegiatannya dalam
usaha mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya, sesuai dengan harapan usaha
perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga, maupun instansi.
Menurut The Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) dalam Mullins
(2005) dinyatakan : The design, implementation and maintenance of strategies to manage people
for optimum business performance including the development of policies and process to support
these strategies. (strategi perancangan, pelaksanaan dan pemeliharaan untuk mengelola manusia
untuk kinerja usaha yang optimal termasuk kebijakan pengembangan dan proses untuk
mendukung strategi).
Menurut Veithzal Rivai (2003, h 1), Manajemen Sumber Daya Manusia  merupakan salah satu
bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi atau bidang produksi,
pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia dianggap semakin
penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil
penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang disebut
manajemen sumber daya manusia. Istilah “manajemen” sempunyai arti sebagai kumpulan
pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia.

Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja
meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan
pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan demikian
pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan perusahaan, karyawan
dan masyarakat. Unsur manajemen (Tool of management), biasa dikenal Market/ marketing,
pasar.
B. Model Manajemen Sumber Daya Manusia
Di dalam memahami berbagai permasalahan pada manajelen sumber daya manusia dan sekaligus
dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model- model yang
digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang biasa digunakan oleh
perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan model- model ini
berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tuntutannya.
Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam) model
manajemen sumber daya manusia yaitu:
1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh
dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi
departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi berbagai
peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.
2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekutannya dari keahlian di bidang
hukum. Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan perburuhan, di
masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok disebabkan adanya
hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.
3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia belakangna ini semakin berkembang karena
para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia ini meliputi
biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan, pension, asuransi jiwa,
liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang yang semakin
komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya manusia semakin
meningkat.
4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia
memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasi pada produktivitas. Versi kedua
manajer ini melaksanakan beberpa fungsi sumber daya manusia. Departemen sumber daya
manusia melatih manajer lini jdalam keahlian yang diperlukan untuk menangani fungsi-fungsi
kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi kinerja dan pengembangan. Karena
karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi dengan manajer mereka sendiri disbanding

dengan pegawai staf, maka beberapa departemen sumber daya manusia dapat menunjukan
manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan fasilitator.
5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa, departemen sumber daya manusia dibentuk untuk
mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia di dalam
organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan
membantunya memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir. Model ini
menggabarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan pengembangan karyawan
mereka.
6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi
merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan
sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan sumber daya
manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains meliputi teknik
umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.
C. Fungsi manajemen
1. Perencanaan
Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara
matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Rekrutmen
Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan sekelompok
kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang
pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya
memenuhi spesifikasi pekerjaan.
3. Seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak
kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas
lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian
dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal
memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk
dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
4. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian,
konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja. (Simamora:2006:273).
Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun 2003. Pelatihan kerja adalah keseluruhan
kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja,
produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai
dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung
jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi
pendidikan, Menurut (Hani Handoko:2001:104) pengertian latihan dan pengembangan adalah
berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagal ketrampilan
dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan rnenyiapkan para karyawan
(tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang. Sedangkan pengembangan
(Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya untuk memperbaiki dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat kepribadian.
5. Evalauasi Kinerja
Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu perencanaan,
pengorganisasian atau pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan pengendalian. Terkadang
fungsi monitoring dan fungsi evaluasi, sulit untuk dipisahkan. Penyusunan sistem dalam
organisasi dan pembagian tugas, fungsi serta pembagian peran pihak-pihak dalam organisasi,
adakalanya tidak perlu dipisah-pisah secara nyata. Fungsi manajemen puncak misalnya, meliputi
semua fungsi dari perencanaan sampai pengendalian. Oleh karena itu, evaluasi sering dilakukan
oleh pimpinan organisasi dalam suatu rapat kerja, rapat pimpinan, atau temu muka, baik secara
reguler maupun dalam menghadapi kejadian- kejadian khusus lainnya.
Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi evaluasi tidaklah berdiri sendiri. Fungsi-fungsi
seperti fungsi pemantauan dan pelaporan sangat erat hubungannya dengan fungsi evaluasi. Di
samping untuk melengkapi berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi
 manajemen, evaluasi sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi kesalahan yang sama
setiap kali.
6. Kompensasi
Pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung berbentuk uang atau barang kepada karyawan
sebagai imbal jasa( output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip Kompensasi adalah
adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab.
7. Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga
tercipta kerjasama yang serasi da saling menguntungkan.
8. Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar
tercipta kerjasama yang panjang.
9. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antar pekerja dan pengusaha. Sedangkan menurut
Moekijat mengartikan bahwa Pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerjas seseorang
karyawan dengan suatu organisasi perusahaan.
D. 4 (Empat) tujuan manajemen SDM adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan
bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan
meminimalkan dampak negatifnya.
b. Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai
tujuannya.
c. Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
d. Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang
hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.

Jumat, 28 Februari 2020

BANYUMAS MANTU DI TAHUN 2020

SIDANG ISBAT NIKAH TERPADU  KABUPATEN BANYUMAS

Pengadilan Agama Purwokerto Kelas 1A mengadakan sidang isbat terpadu bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Banyumas pada hari Jum’at (28/02/2020) di pendopo Kabupaten Banyumas di Purwokerto.
Pelaksanaan sidang isbat tahun ini diprakarsai oleh pemerintah kabupaten Banyumas bertepatan dengan hari jadinya yang ke-449 tahun. “Semula Pemerintah kabupaten Banyumas akan mengadakan nikah massal, akan tetapi setelah diadakan sosialisasi ke daerah-daerah oleh Pengadilan Agama Purwokerto pemintanya sangat minim, akan tetapi ketika ditawarkan acara sidang isbat nikah masyarakat sangat antusias untuk mengikuti progam tersebut, karena masyarakat memang membutuhkan legalitas pernikahan mereka terlebih dengan isbat nikah tersebut masyarakat akan memperoleh dokumen-dokumen seperti akta nikah, akta kelahiran anak dan lain-lain”. Demikian jelas Dr. Siti Amanah, S.H., M.H. selaku Panitera Pengadilan Agama Purwokerto pada rapat pendahuluan dan koordinasi di ruang rapat Wakil Bupati pada hari Kamis yang lalu (13/2/2020), yang dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag. Kesra) Fatikul Iksan, dihadiri pula oleh Ketua Pengadilan Agama Purwokerto dan Pengadilan Agama Banyumas, Kepala KUA se-wilayah Kabupaten banyumas dan biro ANTV perwakilan Purwokerto;
Lebih lanjut beliau (Amanah-red) menjelaskan bahwa aturan pengesahan nikah/isbat nikah, dibuat atas dasar adanya perkawinan yang dilangsungkan berdasarkan agama akan tetapi  tidak dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN) yang berwenang. Pengesahan nikah diatur dalam Pasal 2 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 jis Pasal 49 angka (22) penjelasan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, dan Pasal 7 ayat (2), (3), dan (4) Kompilasi Hukum Islam.
Sehubungan dengan adanya acara “BANYUMAS MANTU” ini, Ketua Pengadilan Agama Purwokerto Drs. H. Tahrir bertindak cepat dengan menerbitkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Purwokerto Nomor W11-A23/579HM.01.1/II/2020 tertanggal  3 Pebruari 2020 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Pelayanan Terpadu Isbat Nikah Tahun 2020 dengan Ketua Tim Drs. Asnawi, S.H., M.H., Sekretaris Dr. Amanah, S.H., M.H., dibantu oleh para Hakim yang akan menyidangkan.
Jauh sebelum pelaksanaan sidang isbat nikah, Ketua Tim Drs. Asnawi, S.H., M.H., telah membuat tahapan-tahapan terkait pelaksanaan sidang isbat ini, karena menyangkut pula masalah prosedur administrasi peradilan yang harus tetap dijalani, seperti penedaftaran perkara, penunjukan Hakim, Panitera dan Jurusita/ Jurusita Pengganti, kemudian pengumuman selama 14 hari, barangkali ada yang keberatan terhadap pasangan yang akan disidangkan nanti, tanggal pemanggilan, sampai pelaksanaan sidang isbat nikah.  Kepada para hakim yang akan menyidangkan perkara isbat nikah, Ketua Tim (Asnawi-red) juga wanti-wanti agar berhati-hati dalam menangani sidang isbat nikah agar terhindar dari adanya penyelundupan hukum dan poligami tanpa prosedur.
Pada acara pembukaan sidang isbat nikah denga thema “BANYUMAS MANTU”  didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh Sdr. Arjunadi, qorri terbaik Jawa-Tengah 2019 dari Banyumas dengan terjemahan dibacakan oleh Lilik Syafya Nisa, kemudian penyerahan secara simbolik berkas perkara isbat nikah dari Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein kepada Ketua Pengadilan Agama Purwokerto Drs. H. Tahrir dan Ketua Pengadilan Agama Banyumas Dra.Hj. Suhaemi, M.H.  dilanjutkan dengan pelaksanaaan sidang isbat nikah massal yang dilakukan oleh 7 orang hakim tunggal, 6 Hakim dari Pengadilan Agama Purwokerto 1 Hakim dari Pengadilan Agama Banyumas,  masing-masing hakim memeriksa kurang lebih 20 perkara.
Setelah para peserta isbat nikah setelah mendapat surat penetapan nikah dari Pengadilan Agama Purwokerto, akta nikah  dari KUA masing-masing dan akta kelahiran dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas, mereka diarak naik becak menuju RITA SUPER MALL dengan diiringi musik dan tariaan Minang dari warga Padang yang ada di Banyumas.
Di RITA SUPER MALL para peserta sidang isbat nikah akan  mendapatkan ucapan dan foto bersama dengan Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein beserta istri dan unsur Forkopinda lainnya serta doorprize yang telah disediakan oleh panitia “BANYUMAS MANTU”.
Bupati Banyumas merasa bangga dan bahagia dapat membantu warganya untuk memperoleh dokumen yang berkaitan dengan perkawinan. Hal ini sebagai wujud dari pelaksanaan ketentuan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia .
Lebih lanjut, Bupati berharap agar acara seperti ini terus dilestarikan setiap tahun, karena mengandung nilai-nilai luhur agama dan budaya lokal. “Kita dapat melihat bagaimana para pengantin ini diarak dengan prosesi seperti pengantin baru pada umumnya. Ada barisan Bawor, Begalan, pembawa layur, dan lain sebagainya. Ini dalam rangka upaya kita melestarikan budaya Banyumasan yang dikemas dalam acara keagamaan dalam hal ini sidang isbat nikah.”
 Tampak hadir pada acara di RITA SUPER MALL tersebut seluruh unsur Forkopinda Kabupaten Banyumas, para tokoh masyarakat dan tidak kalah meriahnya adalah kehadiran para sanak saudara dari peserta sidang isbat nikah. Dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah tampak hadir Hakim Tinggi Drs. H. Syamsudin Achmad, M.H., yang hadir sejak pagi hari di Pendopo Kabupaten Banyumas mengikuti dan mengamati jalannya sidang isbat nikah.
Pada sidang isbat massal kali ini Pengadilan Agama Purwokerto telah mengesahkan 143 pasang suami istri yang selama ini tidak atau belum memiliki dokumen pernikahan meskipun pernikahan mereka telah berlangsung puluhan tahun. Dari pernikahan mereka yang tanpa dokumen berakibat anak-anak yang lahir pun tidak bisa mengurus dokumen seperti akta kelahiran, dan lain sebagianya. Dari 143 pasangan tersebut, dalam pelaksanaan sidang ada 2 (dua) pasang yang mencabut permohonannya dan 2 (dua) pasang yang tidak hadir di Pendopo Kabupaten. 
Peserta sidang isbat nikah tersebar merata di 11 (sebelas) Kecamatan yang merupakan wilayah hukum Pengadilan Agama Purwokerto. Kecamatan Ajibarang merupakan daerah yang pesertanya paling banyak, yaitu 60 pasang, disusul Kecamatan Karanglewas 22 pasang, Kecamatan Jatilawang 10 pasang, Kecamatan Gumelar 9 pasang, Kecamatan Cilongok 8 pasang, Kecamatan Pekuncen 4 pasang, Kecamatan  Kedungbanteng 2 pasang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kecamatan Rawalo, dan Kecamatan Lumbir masing-masing 1 pasang. Rata-rata para peserta sidang isbat kali ini telah beranak pinak, bahkan ada yang sudah punya 10 orang anak, dan anak pertamanya telah berusia 50 tahun.
Ada yang unik dari pelaksanaan sidang isbat kali ini, yaitu terdapat peserta isbat tertua, yaitu atas nama Matori bin Sanbari 96 tahun yang berasal dari Desa Sunyalangu RT. 03 RW. 04, Kecamatan Karanglewas, sedang peserta termuda adalah atas nama Bagas Setiawan bin Daryono 14 tahun berasal dari Desa Karangsalam Kidul RT. 03 RW. 04 Kecamatan Kedungbanteng.
Karena acara ini diinsiasi oleh Pemerinta Kabupaten Banyumas, maka seluruh aparat terkait juga dilibatkan. Mulai dari Kantor Kementrian Agama cq Para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang akan menerbitkan akta nikah setelah keluarnya penetapan tentang sahnya pernikahan peserta isbat nikah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga terlibat karena akan pula menerbitkan akta kelahiran bagi para pasangan yang telah punya anak tetapi belum memiliki akta kelahiran. Semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, bahkan para peserta isbat nikah mendapat kostum dan rias pengantin gratis. (xamim).

Jumat, 31 Januari 2020

CERITA PERJUANGAN ANAK HONORER MAHKAMAH AGUNG RI

Narasi masih dalam proses mohon untuk bersabar 

SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO


SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Assalamualaikum Yang terhormat Bapak Presiden @jokowi Widodo beserta para jajaran kabinet Kerja. Saya sebagai warga negara Indonesia mau mempertanyakan tentang nasib honorer mahkamah agung republik Indonesia. Yang seelama ini tidak ada kejelasan dan kesejahteraan. Anggaran dan fasilitas buat para pejabat mahkamah agung republik Indonesia dalam kepemimpinan bapak sekarang ini sangat di perhatikan. Dari tunjangan, remonrasi dan biaya sewa rumah sangat Bapak Presiden perhatikan. Sedangkan untuk para honorer yang sudah berpuluh tahun mengabdikannya diri demi kelancaran dan kemajuan pelayan para pencari keadilan di seluruh Indonesian bapak sendiri tidak pernah menyinggung tentang hal tersebut. di tambah lagi rekrutmen CPNS MAHKAMAH AGUNG RI dari jalur umum seakan nasib kami kedepan Sudah tidak ada pandangan lagi untuk hidup berkecukupan seperti Bapak Presiden sendiri dan juga para pejabat kabinet Kerja untuk saat ini. Terimakasih atas perhatiannya Bapak presiden.... semoga selalu diberikan kesehatan dalam mengemban amanah rakyat Indonesia.
Terimakasih 

FORUM HONORER MAHKAMAH AGUNG

Sabtu, 04 Januari 2020

DESEMBER DILEMA ANAK HONORER MAHKAMAH AGUNG RI

HANYA BISA BERCERITA SESAMA ANAK HONORER TAK BISA MELAWAN YA PUNYA KEBIJAKAN

  • [2/1 18.24]  PN TARAKAN: Slamat malam dan salam sejahtera bagi kita smua
Saya pribadi mengucapkan banyak" trimakasih buat teman" yg slama ini udh membimbing, menegur, dan memberi masukan kepada saya, dan sya pribadi mengucapkan mintak maaf jika ada salah" kata yg saya sengaja maupun ndk sy sengaja, smoga persaudaraan ini slalu kompak dan tidak luntur, teimakasih sobat🙏🙏🙏🙏
Pamit undur diri, karna sy udh tidak di PN lagi,
[2/1 18.43]  Semangat Bang, semoga mendapat rejeki yang lebih baik. Salam dari PN blitar jawa timur🙏🏻🙏🏻🙂
[2/1 19.19] +62 : Masalahnya pimpinan sekarang beda sama pimpinan yg dulu...klo yg dulu masih ada rasa kasihannya...
[2/1 19.20] PN TARAKAN: Betul skali itu bang, skrng mah cuek"an, dan klo pada dapat rezeki pada diam smua
[2/1 19.27] PN SITUBONDO: Sebetulnya KPNnya harus tegas maaf terkecuali kita yg salah tpi gak semudah itu kita dikeluarin Krn kita terikat dipa
[2/1 19.30] PN SITUBONDO: Waduh laporan aj bang maaf klau saya dikeluarin tanpa ada masalah saya laporkan ke bawas bang apalagi sudah lama 7 th masuk Dipa lgi
[2/1 20.15] PN SEMARANG 2: bisa mas..kirim surat ke bawas...mohon perlindungan dan kejelasan....ceritakan saja kronologisnya...pasti tetap perpanjang...kalo dah d ky gitu, d bawas yg habis nanti yg mau menyingkirkan anda mas..kirim surat aja...
[2/1 21.43] PA PURWAKARTA: Bang muslimin,,,, tetap semangat dan semoga bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik di luar sana,,, kita sekian lama kenal d grup walaupun blm pernah berjumpa tapi kita sudah seperti saudara,, tahun 2020 memang banyak yang berduka,,, terutama dalam penerapan kebijakan para pimpinan kantor kepada para honorer,,, mulai dari tes honor,, seleksi honor,, dan lain sebagainya yang menyangkut nasib honorer,, kita akan tetap berkomunikasi,,, bersilaturahmi,,, tapi tidak d grup ini melainkan d grup SILATURAHMI PEMUDA,,, semoga sehat selalu bang muslimin 💪
[2/1 21.45] PA PURWAKARTA: Bang Joko Purwanto,,, ucapan yang sama dari saya,,, selamat berjuang di luar sana dan mendapat pekerjaan yang lebih baik,,, tetap bersilaturahmi di grup SILATURAHMI PEMUDA 💪
[2/1 21.49] PA BONDOWOSO: Perlu ada solusi biar ngk tejadi bagi kita semua.padahal kita sudah lama mengabdi
[2/1 21.52] PA JAKARTA SELATAN: Loh klw sk driver dan sudah dipa jika tidak ada keslahan g fatal masa tidak diperpaniang mas
[2/1 21.56] PN KENDAL: Bisa saja mas, klo sek, kasub umum nggak suka sama kita tpi pribadi.. dl sy dinilai orang se kantor no 3 dr 8 honor tpi tetep aja gak diperpanjang. Sekarang driver yg gantikan sy jg klr..
[2/1 21.57]PN TARAKAN: Ndk tau lah mas, SK drever, kerjaan cleaning service, bahkan masak sy di suruh cuci mobilnya KETUA,WAKIL,PANITRA, SEKETARIS, tanpa ada biaya tambahan, di tambah lg bersihkan ruang seketaris, ruang sidang,ruang mediasi, trus urus tanaman, dan jadi buser kebersihan
[2/1 21.58] PA JAKARTA SELATAN: Laporan aj bang ke bawas kirim surat
[2/1 21.58] PA JAKARTA SELATAN: Ini saram bagus mas
[2/1 21.59] PA JAKARTA SELATAN: Ngga ada slahnya klw di cobA
[2/1 21.59] PA JAKARTA SELATAN: Toh kita hanya berkirim surat
[2/1 22.00]PA JAKARTA SELATAN: Atau via email
[2/1 22.00] PN TARAKAN: Biarin aja lah bang, ujung"nya klo q kirim sirat ke bawas dan q balik ke pn pasti banyak musuhnya 
 (Kata bijak mudah di ucap tapi sulit untuk di terapkan) TETAP SEMANGAT SAHABAT

Jumat, 03 Januari 2020

EVALUASI PPNPN PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO

*EVALUASI KINERJA PPNPN*

Judul tersebut menjadi trending topik akhir tahun 2019 di setiap instansi negara termasuk Pengadilan Agama Purwokerto. Sebagai Konsekuensi atas slogan PA PORWOKERTO (PROLANTAS), perlu memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang tidak hanya nampak secara fisik/infrastrukturnya saja, namun tentunya juga harus dilengkapi dengan senyum, salam, sapa dari petugas dalam pelayanan tersebut.

Statement sistem diatas nampaknya belum cukup untuk mendukung memenuhi tuntutan peradapan pelayanan publik peradilan agama sekarang ini, misal seperti; Wilayah Bersih Bebas Melayani dan Wilayah Bebas dari Korupsi. Karena perihal tersebut Ketua Pengadilan Agama Purwokerto, Drs. H Tahrir dengan di dampingi Panitera dan Sekretaris menggelar rapat khusus bersama seluruh PPNPN dengan mengangkat tema Pembinaan dan Evaluasi kinerja tahun 2019. Senin, 23 Desember 2019

Dalam acara tersebut, Drs. H Tahrir, memberikan pesan yang tegas dan jelas untuk senantiasa di indahkan dan di implementasikan oleh seluruh PPNPN Pengadilan Agama Purwokerto, khususnya para petugas PTSP, ia mengatakan bahwa petugas di PTSP ibarat “Ikan dalam Aquarium” sehingga bisa dilihat dari mana saja dan oleh siapa saja. Maka di harapkan, semua yang terlibat dalam PTSP wajib hukumnya untuk muhasabah sebagai harapan bersama tahun 2020 Pengadilan Agama Purwokerto semakin baik, salah satunya dengan cara harus mampu lebih jauh melihat kondisi peradapan sekarang ini. Dengan demikian, Pengadilan Agama Purwokerto akan semakin baik jika berhasil memiliki pelayanan publik yang berjalan sesuai relnya, sesuai sistemnya, sebagaimana surat penertipan PTSP Ditjend Badilag.

Disampaikan pula pada kesempatan tersebut, agar semuanya dapat bekerja secara optimal, menjaga kekompakan dan kondusifitas Instansi serta menghidari hal-hal buruk yang kiranya dapat mencoreng nama baik instansi.

Lebih dari itu, diucapkan terima kasih atas kinerja seluruh PPNPN selama tahun 2019, semoga menjadi amal ibadah yang barokah dikemudian hari.

*EVALUASI KINERJA PPNPN*

Judul tersebut menjadi trending topik akhir tahun 2019 di setiap instansi negara termasuk Pengadilan Agama Purwokerto. Sebagai Konsekuensi atas slogan PA PORWOKERTO (PROLANTAS), perlu memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang tidak hanya nampak secara fisik/infrastrukturnya saja, namun tentunya juga harus dilengkapi dengan senyum, salam, sapa dari petugas dalam pelayanan tersebut.

Statement sistem diatas nampaknya belum cukup untuk mendukung memenuhi tuntutan peradapan pelayanan publik peradilan agama sekarang ini, misal seperti; Wilayah Bersih Bebas Melayani dan Wilayah Bebas dari Korupsi. Karena perihal tersebut Ketua Pengadilan Agama Purwokerto, Drs. H Tahrir dengan di dampingi Panitera dan Sekretaris menggelar rapat khusus bersama seluruh PPNPN dengan mengangkat tema Pembinaan dan Evaluasi kinerja tahun 2019. Senin, 23 Desember 2019

Dalam acara tersebut, Drs. H Tahrir, memberikan pesan yang tegas dan jelas untuk senantiasa di indahkan dan di implementasikan oleh seluruh PPNPN Pengadilan Agama Purwokerto, khususnya para petugas PTSP, ia mengatakan bahwa petugas di PTSP ibarat “Ikan dalam Aquarium” sehingga bisa dilihat dari mana saja dan oleh siapa saja. Maka di harapkan, semua yang terlibat dalam PTSP wajib hukumnya untuk muhasabah sebagai harapan bersama tahun 2020 Pengadilan Agama Purwokerto semakin baik, salah satunya dengan cara harus mampu lebih jauh melihat kondisi peradapan sekarang ini. Dengan demikian, Pengadilan Agama Purwokerto akan semakin baik jika berhasil memiliki pelayanan publik yang berjalan sesuai relnya, sesuai sistemnya, sebagaimana surat penertipan PTSP Ditjend Badilag.

Disampaikan pula pada kesempatan tersebut, agar semuanya dapat bekerja secara optimal, menjaga kekompakan dan kondusifitas Instansi serta menghidari hal-hal buruk yang kiranya dapat mencoreng nama baik instansi.

Lebih dari itu, diucapkan terima kasih atas kinerja seluruh PPNPN selama tahun 2019, semoga menjadi amal ibadah yang barokah dikemudian hari.
*MO*

Kamis, 02 Januari 2020

APEL PERDANA TAHUN 2020



















PURWOKERTO,02 JANUARI 2020
APEL PERDANA TAHUN 2020
Menyambut awal tahun 2020 Pengadilan Agama Purwokerto Kelas 1A di awali dengan Apel bersama seluruh Pegawai.
Dengan suasana pagi yang cukup cerah, pegawai Pengadilan Agama Purwokerto penuh semangat mengikuti Apel Perdana tahun 2020.
Apel di mulai pukul : 08.00 WIB. dengan Komandan Apel saudara ARIF RAHMANTO.ST.SH dan Pembinaan Apel Bapak Ketua Pengadilan Agama Purwokerto Drs. H. Tahrir 
Dalam sambutannya beliau menyampaikan,Kepada seluruh peserta Apel agar tetap semangat dan kompak dalam menjalankan tugas sesuai tupoksi dan peraturan yang berlaku. menyabut tahun 2020 masih banyak program yang harus di persiapkan dan selesaikan antara lain Surveylent Akreditasi Penjaminan Mutu (APM), yang akan di realisasikan di bulan juni 2020.
Pencanangan Zona Integritas (ZI) dan masih banyak lagi program yang harus di selesaikan di tahun 2020.
Di sela apel perdana tahun 2020 Ketua Pengadilan Agama Purwokerto, juga memberikan SK Perpanjangan Kontrak Kerja kepada PPNPN maupun NON PPNPN.
Ketua Pengadilan Agama Purwokerto menyampaikan kepada PPNPN maupun NON PPNPN untuk selalu mentaati peraturan dan menjaga kedisiplinan dalam bekerja demi kamujuan dan kesuksesan kantor Pengadilan Agama Purwokerto.
Tetap semangat 
PROLANTAS
PROGRESIF MELAYANI MENUNTASKAN

Senin, 02 Desember 2019

HONORER PENGADILAN

Saya kagum sama para *HONORER MAHKAMAH AGUNG* yang bekerja di satker 4 lingkungan di bawah *MAHKAMAH AGUNG RI*

Saat Nongkrong bareng di kantin Pengadilan. mereka berbincang soal kehidupan. Ada yang menyisihkan pendapatannya untuk menyicil rumah sederhana bersubsidi, kredit motor baru, ada juga yang menabung buat buka warung. 

Tapi berbeda dgn Ahmad Dia menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk umroh. Kalau mendapat Rp150 ribu, dia sisihkan Rp100 ribu buat umroh; dapat Rp100 ribu, yang Rp75 ribu buat umroh. Bahkan kalau hanya dapat Rp50 ribu pun, hanya Rp10 ribu yang buat dirinya, sisanya untuk umroh.

Karena tertarik dengan kisahnya, suatu ketika saya mampir ke rumah kontrakannya. Saya semakin kagum pada ahmad, meski hidupnya pas-pasan dia alokasikan sebagian besar pendapatannya untuk umroh.

Saat berbincang, isterinya keluar menyajikan kopi panas. 

Ahmad pun memperkenalkan isterinya: "Inilah isteri saya, namanya Umroh Maesaroh".😁😁😁🙏🏿🙏🏿🙏🏿

#salam

Jumat, 29 November 2019

UPACARA HUT KORPRI TAHUN 2019

MAMAKU PEREMPUAN LUAR BIASA


(Kisah sejati)

Namaku *Chicha Koeswoyo*. 
Aku lahir dari orangtua yang berbeda agama. Papaku, *Nomo Koeswoyo*, beragama Islam dan masih keturunan *Sunan Drajat*, salah seorang *Wali Songo*. Seorang wali yang sangat terkenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Jawa Timur. 

Mamaku seorang perempuan Kristen yang taat. Beliau masih berdarah Belanda. Dan banyak saudara-saudara dari pihak Mama yang menjadi pendeta. 
Walaupun berbeda agama, Papa dan Mama tidak pernah mempunyai masalah. Keduanya hidup berbahagia dan saling menghargai kepercayaan masing-masing.

Sejak kecil aku dididik secara Kristen. 
Seperti anak-anak Kristen lainnya, aku diikutsertakan di sekolah Minggu. Setiap kali pergi untuk melaksanakan kebaktian, Papaku sering mengantarkan kami ke gereja. Intinya, kami adalah keluarga yang sangat berbahagia. Baik hari Natal ataupun Hari Lebaran, rumah kami selalu meriah. Semua bersuka-cita merayakan kedua hari besar tersebut.

Usiaku sudah menginjak 16 tahun dan duduk di bangku kelas 1, SMA Tarakanita. Rumah tempat tinggal kami sangat berdekatan dengan masjid. 
Terus terang, aku sangat terganggu dengan suara azan, apalagi di saat magrib. Suara azan dari Toa masjid begitu keras dan sangat memekakkan telinga. Belum lagi suara azan dari televisi. 
Setiap kali azan magrib berkumandang, aku matikan televisi karena di semua chanel, semua stasiun menayangkan azan yang sama.

Di suatu magrib terjadilah sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Ketika itu azan magrib muncul di layar TV. Seperti biasa aku mencari remote control untuk mematikan televisi. Namun hari itu aku tidak bisa menemukannya. 
Dengan hati kesal kutelusuri sela-sela sofa, kuangkat semua bantal, kuperiksa kolong meja tapi alat pengontrol jarak jauh itu tidak juga terlihat. Karena putus asa, aku terduduk di sofa lalu duduk menatap layar TV yang sedang menayangkan azan dengan teks terjemahannya. 
Lalu apa yang terjadi?

Sekonyong-konyong hatiku menjadi teduh. Baris demi baris terjemahan azan tersebut terus kubaca dan entah karena apa, hati ini semakin sejuk. 
Aku seperti orang terhipnotis dan tubuh ini terasa sangat ringan dengan perasaan yang semakin lama semakin nyaman. Di dalam benak ini sekan-akan ada suara yang berkata padaku, 
_“Sampai kapan kau mau mendengar panggilanKu, Chicha. Sudah berapa tahun Aku memanggilmu, masihkah kau akan terus berpaling dariKu?”_

Lalu aku menangis. Entah karena sedih, marah, bingung, galau, hampa, takut atau mungkin juga semua perasaan itu ada dan berbaur menjadi satu. 
Aku terus menangis tanpa tau harus melakukan apa.

Esok harinya, aku curhat pada adikku. Kami berdua memang sangat dekat satu sama lain. 
Adikku ini ternyata sangat berempati atas apa yang menimpaku. Dia tidak mengeluarkan satupun kata yang menyalahkan kakaknya bahkan dia berkata, _“Aku akan support apapun kalau itu memang membahagiakan Kakak.”_

_“Terima kasih, Dik. Sekarang ikut, Kakak, yuk?”_

_“Ikut ke mana?”_ tanyanya.

Dengan diam-diam kami berdua pergi ke sebuah toko muslim yang letaknya tidak jauh dari rumah. 
Di sana kami membeli mukena, Kitab Suci Al’Quran dengan tafsir dan terjemahannya. 
Tidak lupa sebuah buku yang berjudul ‘Tuntunan Sholat’. 

Sesampainya di rumah, kami berdua mempelajari cara berwudhu, melakukan sholat dan menghafal bacaannya. 
Setelah dirasa mampu, kami  berdua mencoba mendirikan sholat bersama-sama. 
Perbuatan kami tentu saja di luar pengetahuan kedua orangtua. 
Pernah suatu kali Mama mengetuk pintu dan sangat marah karena kami mengunci kamar dari dalam. 
Begitu mendengar teriakan Mama, secepat kilat kami membuka mukena dan menyembunyikannya di laci paling atas.

_“Dengar, ya, Nduk! Kalian nggak boleh mengunci pintu kamar. Selama kamu tinggal di rumah Mama, kalian ikut peraturan Mama,”_ bentak ibuku dengan galak.

_“Iya, Ma,”_ sahutku dengan suara perlahan karena tak ingin ribut dengan Mama apalagi kami sangat perlu menjaga kerahasiaan ini.

Waktu terus berlalu. 
Bulan Ramadhan pun datang. 
Tentu saja di bulan suci seperti ini, kami juga ingin melakukan puasa seperti muslim lainnya. 
Berpuasa dari waktu subuh sampai magrib sebetulnya sama sekali tidak sulit. 
Masalah yang lebih pelik datang setiap kali Mama mengajak makan bersama. Mama tentunya curiga karena kami berdua selalu menolak.

_“Aku udah makan di sekolah tadi, Ma,”_ kataku dengan suara bergetar.

Mama menatap aku dengan tajam. Sepertinya dia telah mencium ada yang tak beres dengan kami berdua. Ketegangan pun terjadi. Buatku itu adalah saat yang sangat menegangkan sampai akhirnya Mama menghela napas panjang dan berkata, _“Baiklah kalau begitu.”_

Bulan penuh rahmat berlalu. 
Suara takbir yang begitu merdu di telinga berkumandang. 
Idul Fitri adalah hari kemenangan, dan kami tidak mau kehilangan momen untuk sholat bersama Jemaah yang lain. 
Aku dan Adikku berdiskusi menyusun strategi bagaimana cara pergi ke masjid tanpa sepengetahuan orang rumah. 

Esok harinya, sekitar jam 6.30 pagi, kami mengendap-endap membuka membuka pintu depan. 
Setelah itu membuka pagar sampai terbuka lebar. Kami berdua mendorong mobil dalam keadaan mesin mati supaya tidak terdengar oleh orangtua kami yang masih tenggelam dalam nyenyak. 
Pada satpam yang menjaga rumah, aku berpesan, _“Kalau ada yang tanya, bilang kami mau latihan basket, ya, Pak?”_

_“Siap, Non!”_ kata Sang Satpam entah curiga atau tidak.

Setelah mobil dirasa cukup jauh, aku menghidupkan mobil dan meluncur langsung ke masjid terdekat. 
Sesampainya di sana, banyak tetangga-tetangga menatap kami dengan paras keheranan. Mereka tentu saja bingung karena semua orang tau bahwa aku beragama Kristen. Bahkan barisan ibu-ibu yang duduk tepat di depan kami langsung mendekatkan kepalanya dan berbisik kepada kami.

_“Cha, ngapain kamu di sini? Sholat Idul Fitri itu buat kaum muslim. Kamu kan Kristen?”_

Aku cuma tersenyum dan tidak berusaha menjawab. 
Sementara ibu-ibu lain terus berkasak-kusuk sambil menengok bahkan ada yang menunjuk-nunjuk ke arah kami.  
Kami bergeming dan tidak mempedulikan sikap orang yang merasa aneh dengan kehadiran kami. 
Dan akhirnya sholat Idul Fitri dapat kami ikuti dengan sukses. 
Dengan hati berbunga-bunga kami kembali pulang. 
Alhamdulillah...

Baru saja sampai di depan pagar, di depan rumah telah berdiri Papa dan Mama. 
Mereka membantu membuka pagar, membuka pintu mobil lalu Mama langsung menlontarkan pertanyaan tanpa basi-basi.

_“Dari mana kalian?”_ tanya Mama dengan suara keras.

_“Abis latihan basket, Ma,”_ sahutku. 
Kami berdua memang telah berganti pakaian dan semua mukena dan sajadah sudah dimasukkan ke dalam tas dengan rapih.

_“Kalian jangan berbohong, ya? Mama menangkap ada yang aneh dengan kalian berdua,”_ kata Mama lagi.

Aku menatap Mama yang nampak sangat kesal. 
Sementara Papa cuma cengar-cengir bahkan mengedipkan sebelah matanya pada kami. 

_“Kami latihan basket, Ma. Masa Mama gak percaya sama anak sendiri?”_ kata adikku.

Rupanya omongan Adik membuat hati Mama tersentuh juga. Seperti sebelumnya, dia menatap kami bergantian dengan tajam, menghela napas panjang lalu berkata dengan suara halus, _“Hmm…baiklah kalau begitu.”_

_“Yuk, kita ke atas, Ma,”_ kata Papa sambil menggamit tangan Mama untuk mengajaknya pergi dari situ. Sebelum masuk ke dalam rumah, Papa sempat-sempatnya menengok ke arah kami dan mengedipkan sebelah matanya sekali lagi sambil tersenyum dengan paras jail...

Aku masih termangu-mangu di depan rumah. Kecurigaan Mama mulai menghantui perasaanku. _‘Sampai berapa lama aku bisa mempertahankan rahasia ini?’_ tanyaku dalam hati. 
_‘Daripada Mama yang menemukan rahasia ini, bukankah beliau lebih baik mengetahui semuanya langsung dari anaknya sendiri?’_

_“Mama!”_ Aku memanggil dan mengejar Mama yag sudah berada di dalam rumah.
Mama dan Papa membalikkan badan dan menunggu apa yang akan disampaikan anaknya. 
Kembali kediaman berulang. Sesaat aku gentar hendak menyampaikan berita ini.

_“Ya, Cha? Kamu mau ngomong apa?”_ tanya Papa.

Keheningan kembali mendominasi. 
Bibirku bergetar. 
Semua kata dalam tenggorokan telah berkumpul dan berdesak-desakan untuk keluar dari bibir. 
Aku masih diselimuti kebimbangan. 
Ngomong, jangan, ngomong, jangan, ngomong, jangan….

_“Chicha masuk Islam, Ma. Chica masuk Islam, Papa. Chicha minta maaf tapi Chicha mendapat hidayah dan tidak bisa menolak panggilan itu...”_ Akhirnya tanpa dikendalikan oleh otak semua kata terlontar begitu saja. 

_"Alhamdulillah...!”_ Di luar dugaan Papa berteriak kegirangan mendengar berita tersebut. 
Tidak cukup melampiaskan kegembiraannya dengan cara itu, beliau langsung berlutut di lantai dan melakukan sujud syukur atas hidayah yang didapat anaknya. 
Melihat sikap Papa, aku tentu saja menjadi lebih tabah. 
Dengan penuh harap, aku memandang Mama, berharap mendapat dukungan yang sama.

Mama menatapku dengan pandangan tidak percaya. 
Matanya melotot, dadanya kembang kempis dan bibirnya bergetar hebat.

_“Hueeeeek…!!!!”_ 
Tanpa diduga tiba-tiba Mama muntah darah dan tubuhnya sempoyongan, untungnya Papa dengan sigap menangkap tubuh Mama dan mendudukkannya di sofa.

_“Mamaaaaaa….!!!”_ 
Aku menangis sejadi-jadinya. 
Bagaimana tidak sedih? 
Tidak ada kesedihan yang paling menyakitkan kecuali mengetahui bahwa kita telah menyakiti hati ibu kita sendiri.

*******

Papa mengurus Mama dengan telaten. 
Perlahan-lahan kesehatan Mama berangsur-angsur membaik. 
Tapi sejak peristiwa itu, Mama tidak mau lagi berbicara denganku. Selama ini, Mama dan aku hubungannya sangat dekat. 
Melihat Mama bersikap seperti itu, aku sedih sekali. 
Berkali-kali aku mengajak Mama berbicara tapi beliau tidak menyahut sehingga aku memutuskan untuk mengalah dan membiarkannya sendiri. 
Itu adalah salah satu periode hidup yang paling menyiksa buatku. 
Tapi mau bagaimana lagi? 
Aku hanya bisa pasrah dan menunggu perubahan sikap Mama.

Bulan demi bulan berlalu. kami masih belum berkomunikasi satu sama lain. Mama sering meninggalkan rumah. Entah kemana. Aku nggak berani bertanya, takut malahan membuatnya lebih marah. 
Sudah 3 bulan aku tidak berbicara dengan Mama. 
Hari-hari yang kuhadapi sering aku isi dengan mengurung diri di kamar sambil membaca sejarah para Nabi. Terutama kisah-kisah Rasullulah yang membuatku semakin mantap menjadi seorang muslim. 

_BRAAkK..!!!_
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dengan suara keras. 
Aku menengok dan terlihat Mama masuk dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar. 
Parasnya dingin dan sulit ditebak apa yang ada di pikirannya.

_“Nduk, Mama mau tanya. Kamu harus menjawab dengan tegas!”_ katanya.

_“Iya, Ma,”_ sahutku dengan suara hampir tak terdengar. 
Dalam hati aku bersorak karena akhirnya Mama mau berbicara lagi.

_“Kamu sudah mantap mau masuk islam?”_ tanyanya lagi tanpa basa-basi.

_“Mantap, Ma. Chicha rasa ini benar-benar panggilan Allah,”_ jawabku pelan tapi tegas.

_“Okay, kalau begitu,”_ kata Mama lalu dia mengangsurkan kotak yang dibawanya ke tanganku.

Dengan terheran-heran, aku menerima kotak tersebut, _“Apa ini, Ma?”_

_“Nggak usah banyak tanya. Kamu buka aja kotak itu sekarang juga.”_

Dengan gerak perlahan, aku membuka kotak tersebut. 
Masya Allah! 
Ternyata isinya adalah Kitab Suci Al Quran, mukena, kerudung, buku-buku agama Islam yang lumayan tebalnya. 

Aku menatap Mama dengan pandangan bertanya.
Mama membalas menatapku dengan tajam, 
_“Kalau kamu ingin menjadi Islam, be a good one..!”_

Mendengar perkatannya, aku menangis dan menghambur ke pelukan Mama. 
Mama memeluk aku seerat yang dia bisa. 
Tangisku makin menjadi-jadi dan membasahi baju Mama di bagian dada.

Setelah tangis mereda, Mama bertanya lagi, _“Kamu sudah resmi masuk islam?”_

_“Chicha udah ngucapin dua kalimat syahadat, Ma.”_

_“Disaksikan oleh ustad atau Kyai?”_

_“Nggak sih, Ma. Chicha ngucapin sendiri aja.”_

_“Berarti kamu belum resmi masuk Islam. Besok Mama akan antar kamu ke Mesjid Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja. Mama udah bikin janji dengan Kyai di sana untuk mengislamkan kamu.”_

_“Huhuhuhuhuhu…”_ Aku nggak sanggup untuk mengatakan apa-apa kecuali memeluk Mama lagi sambari menangis menggerung-gerung. 
Setelah perlakuan Mama yang mendiamkan aku selama tiga bulan, siapa sangka Mama akan bersikap begini akhirnya. Mamaku memang luar biasa.

Esok harinya, di *Masjid Al Azhar*, aku resmi memeluk agama Islam di usia *16 tahun*. 

Ah, bahagianya sulit dilukiskan...

Setelah ritual mengucapkan dua kalimat syahadat berakhir, aku menarik Mama untuk menuju ke mobil dan kembali pulang ke rumah.

_“Eh, tunggu dulu, Nduk. Sekarang kamu harus ikut Mama ke belakang.”_

_“Ke belakang mana, Ma?”_ tanyaku keheranan.

_"Ke SMA Al Azhar. Kamu harus pindah sekolah ke sana.”_

_“Loh? Kenapa harus pindah? Chicha udah betah sekolah di Tarakanita. Semua teman-teman Chicha ada di sana. Chicha nggak mau pindah.”_

_“Nduk! Denger kata Mama. Kalau kamu serius pindah ke Islam, kamu nggak boleh setengah-setengah.”_

_“Maksudnya gimana, Ma?”_

_“Tarakanita itu sekolah Kristen. Kalau kamu pindah Islam maka kamu harus bersekolah di sekolah Islam. Sekali lagi Mama bilang, kamu nggak boleh setengah-setengah. Ini peristiwa besar dan pilihan hidup kamu. Mama mau kamu total dalam menyikapi pilihan kamu sendiri.”_

Lagi-lagi sikap Mama membuatku kagum bukan main. 
Sepertinya dia telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan terencana.

_“Mama kok bisa-bisanya punya pemikiran seperti ini?”_ tanyaku penasaran.

Mama menghela napas panjang lagi lau berucap, _“Sejak kamu mengatakan mau masuk Islam, Mama sering berkonsultasi dengan teman Mama yang muslim. Mama minta pendapat dia dan dia banyak menasihati Mama soal ini.”_

_“Oh, pantes Mama sering pergi belakangan ini. Biasanya kan Mama selalu di rumah.”_

_“Iya, Cha. Mama butuh support dan teman Mama itu sangat membantu sehingga membuat Mama jauh lebih tenang.”_

_“Kalau boleh tau, teman Mama siapa namanya?”_ tanyaku lagi.

_“Namanya *Doktor Zakiah Darajat*.”_

_“Itu temen Mama? Wah dia orang hebat di kalangan Islam, Ma.”_

_“Betul. Nama belakangnya mirip dengan *Sunan Drajat*, leluhur Papa kamu. Jadi setelah kamu resmi masuk Islam, rasanya kamu juga perlu berziarah ke makam beliau.”_

Sekali lagi aku memeluk Mamaku. 
Jadi selama tiga bulan ini, dia mendiamkan anaknya bukan karena hendak mengacuhkan tapi beliau tidak tau harus bersikap bagaimana. 
Beliau hendak mencari penerangan pada apa yang terjadi pada anaknya. 
Sudah pastilah Mama kebingungan tapi akhirnya setelah mendapat pencerahan dari *Doktor Zakiah Darajat*, 

Mama sekarang malah mendukung pilihan anaknya. Pilihan anak yang berbeda dengan keyakinannya. 

Ah Mamaku memang luar biasa...

Dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya aku hendak mengajak Mama untuk turut memeluk agama Islam. 
Tapi aku mengurungkan niat itu. 
Apa yang terjadi padaku pastilah sudah berat buat Mama. 
Bagaimana mungkin aku mampu mempengaruhinya sementara saudara-saudaranya banyak yang menjadi pendeta. Beban Mama sudah sangat berat. 
Semua butuh waktu. 
Kalau memang Allah SWT mengizinkan, apa yang untuk manusia pikir tidak mungkin pastinya akan terjadi jika Allah berkehendak. 

Waktu berjalan tanpa pernah berhenti. 
Dengan hati tenteram, aku menjalani hidup sebagai perempuan muslim. 

Tahun 2002, Mama meninggal dunia. 
Tiga bulan sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, beliau juga *menjadi mualaf* dan *memeluk agama Islam*. 

Alhamdulillah..! 
Terima kasih, ya, Allah..!

Ah Mamaku memang luar biasa...!

*******
 persembahan buat semua perempuan hebat di Indonesia..!
😊🙏❤💕

Kamis, 21 November 2019

SENJA

Jangan pernah menyerah sampai permasalahanmu selesai karena senja akan selalu ada di sore hari dan akan terlihat di keesokan hari. 
Buatlah dan jadikanlah hidupmu lebih indah seperti senja di sore hari yang akan selalu terlihat indah bagi mereka yang bisa menikmati.
Selalu bersyukur dengan apa yang engkau dapat untuk hari ini tetap berusaha semampumu.
Jangan pernah menyerah dengan masalahmu.

Kamis, 14 November 2019

SEKEDAR CERITA

Tulisan ini bukan bermaksud saya menyinggung perasaanmu...!!! 

Melainkan hanya sebuah masukan untuk kesadaran diri secara tidak langsung. 
Bagi seorang pejabat untuk lebih peka lagi terhadap anak buah atau bawahannya dalam hal sekecil apapun.

Perlu saudara ingat...!!!
Apa gunanya puasa Sunnah, setiap hari Jika di dalam dirinya masih  kurang tertanam sebuah rasa empati dan kurang tanggap terhadap bawahannya.

Apa gunanya sholat 5 waktu yang di kerjakan setiap hari, tapi engkau enggan mengeluarkan sebagian rizkimu dari kantong celanamu.

Puasa sunahmu memang bagus tapi  kurang pekanya terhadap informasi dan keluh kesah seorang bawahan tidak pernah engkau respon dengan bijak. Justru malah engkau menambah Masalah dengan cara melaporkan masalah kecil kepada atasamu. Justru itu akan membuat dirimu kelihatan bodoh di mata rekan kerja yang lain.

Hartamu banyak sering engkau ceritakan tapi itu hanya cerita tidak akan mungkin engkau bawa ke liang lahat.

Kepemimpinanmu biasa saja dan saya rasa tidak ada dorongan maupun motivasi untuk maju untuk lebih baik. (Menuju perubahan yang lebih baik)

Apa yang engkau bangggakan dengan cara melemparkan masalah ke atasmu apakah engkau tidak mampu mengatasinya dan menyelesaikannya.(yang tau hanya dirimu)

Pengalamanmu luar biasa disatker sebelumnya. tapi hanya sebatas Cerita yang tidak pernah engkau terapkan dan realisasikan di satuan kerja yang menaungimu sekarang.

Engkau hanya seperti api yang mencari korek dan bersembunyi ketika bara api sudah muncul takut engkau terbakar sendiri dan tak bisa memadamkanya.

Kebodohan dan ketidak tahuanmu semakin terlihat dengan perilaku dan caramu memimpin.

Tidak usah engkau ceritakan lagi pengalamu kepadaku dan kepada yang lainya. Karena saya anggap engkau bagaikan angin lalu yang selalu mencari aman di balik kokoknya dinding kekuasaan jabatan yang melekat padamu.

Suatu saat ceritamu dan tingkah lakumu akan menjadi cerita kelam penuh kebohongan di masa dimana engkau sudah tidak ada disini


(MBAH OMPONG)

Rabu, 13 November 2019

DI BULY

Rabu, 13 November 2019
Katanya di buly teman rekan  sesama dan satu provesi karena permasalahan video yang saya unggah di yotube....
Yang saya heran dan menjadi pertanyaan saya dimana kesalahannya....?
Apakah merugikan mereka yang berada di video tersebut....?
Video yang saya unggah di YouTube tersebut tidak menyinggung perasaan orang lain dan tidak pula memprovokasi orang lain karena saya sendiri tau bagaimana persyaratan dan aturan yang ada di yotube.

Kita tunggu jawabannya besok...?

SEKELUMIT TENTANG ANTRIAN SIDANG DI PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO

https://youtu.be/OH0GQrU305o

Seiring perkembangan teknologi dan informasi
Satker empat peradilan di bawah mahkamah agung terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan. dari antrian sidang hingga percepatan proses penyelesaian perkara.
Banyak aplikasi pendukung produk setiap satker bermunculan semua itu bertujuan untuk mempermudah masyarakat untuk mengetahui bagaimana proses penyelesaian perkara di pengadilan. Baik itu tanggal sidang syarat pendaftaran dan sebagainya.





Senin, 11 November 2019

Upacara Hari Pahlawan Di Pengadilan Agama Purwokerto


PENYELENGGARAAN UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN TAHUN 2019 UNTUK SELURUH PENGADILAN PADA EMPAT LINGKUNGAN  PERADILAN
Jakarta – Humas MA: Menindaklanjuti disposisi Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI berkenaan dengan diterimanya Surat Edaran Menteri Sosial RI Nomor : 63/MS/B/11/2019 tanggal 5 November 2019 hal Surat Edaran Penyelenggaran Upacara Peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2019, maka dengan ini, sesuai dengan Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor:1561/SEK/HM.01.2/11/2019 perihal Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019, diinstruksikan kepada seluruh Pengadilan pada empat lingkungan peradilan untuk menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019, pada Hari Senin tanggal 11 November 2019, dengan petunjuk sebagai berikut :
Adapun pedoman pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
  1. Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 adalah “Aku Pahlawan Masa Kini”.
  2. Tempat pelaksanaan upacara di Kantor Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama pada wilayah masing-masing lingkungan.
  3. Waktu pelaksanaan upacara adalah pukul 08.00 waktu setempat atau disesuaikan
  4. Upacara dilaksanakan dalam suasana khidmat dan tertib serta mengikuti tata urutan pada Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang terlampir atau dapat diunduh melalui tautan berikut: http://kemsos.go.id/hari-pahlawan-2019
  5. Ketua/Kepala Pengadilan Tingkat Banding dan Ketua/Kepala Pengadilan Tingkat Pertama atau pejabat lain/hakim senior yang ditunjuk bertindak selaku Pembina Upacara.  
  6. Pakaian upacara:
  • Hakim, Panitera dan Sekretaris menggunakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL)
  • Militer menggunakan PDU I
  • Pegawai menggunakan seragam KORPRI lengkap dengan memakai peci hitam polos
  • Anggota Dharmayukti Karini menggunakan seragam Dharmayukti
      7. Khusus pengadilan di wilayah kota Surabaya pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan agar menyesuaikan dengan pelaksanaan Upacara di  lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
     
Untuk Informasi selengkapnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)
https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/3861/penyelenggaraan-upacara-peringatan-hari-pahlawan-tahun-2019-untuk-seluruh-pengadilan-pada-empat-lingkungan-peradilan

CONTOH RESUMEN JURNAL MOOC PPPK

  RESUME AGENDA 1   1. Materi Wawasan Kebangsaan Pembukaan UUD 1945 sebagai dokumen yang ditempatkan di bagian depan UUD 1945, merupakan tem...